Program Prioritas Tahun 2021 disusun dengan fokus untuk meningkatkan akses, kemandirian, dan mutu sediaan farmasi dan alat kesehatan. Pada aspek akses, akar masalah yang perlu mendapat intervensi adalah optimalisasi pengelolaan siklus manajemen logistik/rantai suplai obat dan vaksin; Pada aspek kemandirian, optimalisasi produksi dalam negeri untuk alat kesehatan dan bahan baku farmasi Banjarbaru (ANTARA) - Seorang apoteker dari Puskesmas Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan apt. Mega Silviana, S.Farm menciptakan kegiatan "Princes M-Bungas", program inovasi mencegah stunting melalui "chatbot", edukasi digital, dan gerakan apoteker anti-stunting pada remaja, wanita hamil dan ibu menyusui. Hasilnya, ada 40 karya inovasi yang terkumpul dari berbagai daerah termasuk Riau, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua. Ia juga mengatakan inovasi dari puskesmas-puskesmas tersebut beragam, tak hanya soal layanan jemput bola atau pemeriksaan kesehatan dari rumah ke rumah yang banyak dilakukan terutama sejak pandemi COVID-19. Apoteker di puskesmas bisa memberikan layanan home pharmacy care (kunjungan rumah) untuk peningkatan kepatuhan dan pemantauan terapi obat. Namun demikian, layanan ini belum optimal karena berbagai kendala, seperti workload apoteker di puskesmas dan belum semua puskesmas di . 7 Indonesia merekrut apoteker sebagai penanggung jawab pengelolaan .

inovasi apoteker di puskesmas